Puisi Tak Perlu Diulang
Kau angan memisah nyata dan harapan
Kau angin menghembus kenangan kemudian rindu
Bilangan malam telalui tak terhitung
Ribuan langkah dibawah terik tak berjumlah
Rindu, syarat mengingat kembali masa terlalui
Benci, sebab hati sadar hari kemarin tak
mungkin terulangi
Dikala pagi kau putar senyuman
Pukul satu perempat sembilan tukar canda
Panggilan Tuhan kau sapa
Kau sahut dalam lemas, malas, dan lapar
Kau kira kau tak hirau, pikuk-pikuk hari kau
bahas
Oh dunia, tentang fana atau omong kosong
Menipu dan kemudian melalaikan
Mengira-ngira kau dalam kobang bahagia
Nyata sesat kau dalam rasa
Duga laknat mengintai-intai
Koyak hati, kau abai
Terayu serta termusnahkan
Merobek tirai dalam hening dunia
Akhir sesal serta beban kau topang
Coba kau bayang,perlahan kau ingat,hati-hati kau besit
adakah ampunan Maha Esa begitu sempit
atau kikir tangan jemari dalam menengadah
kau berharap penuh resah, sebelum detak
jantung menyerah
Komentar