Gangguan Setan disaat Sakaratul Maut
gambar: Palembang Tribun News
Sebelum kematian tiba, kita akan melewati suatu fase
pintu gerbang menuju kematian, hal ini disebut sakaratul maut. Sakaratul maut
adalah peristiwa yang amat sangat menakutkan, karena saat sakaratul maut tiba
tak seorangpun yang dapat menolong kita, kendati pasangan, sanak saudara dan
handai tolan mengelilingi kita.
Sakaratul maut dapat dikatakan sebagai pemanasan menuju
kematian. Karena kematian itu sulit, berat dan amat sakit maka diperlukan
pemanasan. Disamping itu, orang yang menunggu seseorang pada saat sakaratul
maut (nazak) hendaknya melakukan hal berikut; membacakan Surah Yasin, Orang
yang sedang sakaratul maut hendaknya ditalqin (dibimbing menyebut kalimat
thayibah atau syahadat), dan penunggu sebaiknya bertutur baik.
Orang yang sedang sakaratul maut dihadapkan pada dua
permasalahan. Yaitu, berhadapan dengan malaikat dan berhadapan dengan
setan. Pada saat itu setan terus menerus
menggoda agar orang yang sedang kritis menjadi kafir dan suul khatimah. Setan-setan
itu berusaha agar orang yang sedang menghadapi kegentingan berikrar (mau)
mengikuti jejaknya.
Sebelah kanan adalah setan yang menyamar sebagai ayah
yang mengajak agar berakidah Nasrani, sedangkan sebelah kiri adalah setan yang
menyamar sebagai ibu yang mengajak keagama Yahudi. Perihal setan menyamar
sebagai ayah dan ibu orang sekarat ini telah disampaikan Rasulullah dalam
sebuah hadis.
Imam al-Ghazali menerangkan, jika seseorang dalam keadaan
sakaratul maut, ia menghadapi gangguan setan beserta kawan-kawannya. Mereka menyerupai
orang-orang yang amat dicintai, yang telah meninggal mendahuluinya. Kehadiran mereka
seakan-akan hendak memberi petunjuk yang baik. Adakalanya mereka menyerupai
ayahnya, ibunya, saudara dam teman-teman dekatnya.
Mereka berkata, “Wahai si Fulan, kami telah mendahuluimu
pergi ke alam akhirat dan kami memeluk agama Yahudi sebab agama tersebut lebih
baik di sisi Allah. Karena itu, matilah kamu seperti aku dalam keadaan Yahudi.”
Ketika mereka berlalu, datanglah yang lain dan berkata, “Wahai
Fulan, matilah kamu dalam keadaan Nasrani yang syariatnya telah menghapus
syariat-syariat Musa dan ia adalah sebaik-baik agama di sisi Allah.”
Demikianlah iblis dan anak-buahnya menyebutkan beberapa
agama agar orang yang menghadapi sakaratul maut berubah akidah. Disaat itu
Allah menyesatkan siapa saja yang dikehendaki-Nya. Oleh karena itu diharapkan
agar kita senantiasa berdoa agar diselamatkan dari kesesatan, sebagaimana
diterangkan dalam ayat berikut:
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْ
هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً ۚاِنَّكَ اَنْتَ
الْوَهَّابُ
الْوَهَّابُ
rabbanā lā tuzig qulụbanā ba'da
iż hadaitanā wa hab lanā mil ladungka raḥmah, innaka antal-wahhāb
(Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami,
janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan
petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu,
sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.” (QS. Ali Imran: 8)
Kalimat “Janganlah hati kami
dicondongkan kepada kesesatan ketika kami sedang menghadapi sakaratul maut. Setelah
Engkau beri hidayah kepada kami selama hidup kami!” maksudnya, ialah disaat
itu jika Allah berkehendak untuk menetapkan petunjuk yang telah diberikan
kepada orang itu, maka Allah akan menurunkan rahmat kepadanya sehingga bujukan
setan tidak mempengaruhi akidahnya.
es.123rf.com
Dalam sebuah riwayat diterangkan
bahwa Jibril diturunkan Allah untuk mengusir setan-setan itu. Disaat itu Jibril
mengusap wajah orang yang diberi hidayah, sehingga ia bisa bergembira,
terkadang orang tersebut senyum, bahkan tertawa karena melihat malaikat yang
menampakan sesuatu yang menyenangkan.
Dimana saat itu malaikat Jibril
menyampaikan kabar, “Wahai Fulan, ketahuilah aku adalah Jibril dan mereka
adalah setan – setan musuhmu. Matilah kamu diatas agama dan syariat yang lurus,
yang telah diridhai Allah.” Kabar gembira itu dirasakan sungguh luar biasa,
maka ketika rohnya dicabut, ia tetap dalam keadaan iman dan islam.
Abul Abbas berkata: Aku menulis
dengan tanganku ini dalam kitab ath-Thurmidzi dan Nasai sebuah hadis Nabi ﷺ “Sesungguhnya
setan akan hadir pada salah seorang diantara kalian disaat menghadapi kematian
seraya berkata: Matilah kamu dalam keadaan Yahudi atau Nasrani. Bila hal itu
terjadi, maka katakan kepada keduanya: Tidak, sekali-kali tidaklah aku
mengikuti ajakan kalian.”
Sumber: Buku Detik-detik Menuju Kematian,
oleh Ust. Ahmad Filyan al-Jufry


Komentar