Puisi Dari Kami Yang Lalai

Waktu berjalan lalu kami abai
Surya datang menanyai kabar
Kami lelap dalam hangat kain panjang
Sekali lagi kami abai,
Merasa waktu masih luang



Terjaga mata tanpa mengingat pemilik jagat raya
Merasa aman dengan tanggungan dosa
Memekik mesin beroda, kami bekerja
Sedikit bersyukur, kekurangan banyak dirasa



Tuntunan, pedoman, entah apa yang mereka sebut
Kami tak peduli, kami tamak, kami tak takut
Mereka katakan itu tidak wajib, kami lupakan
Mereka katakan itu wajib, kami lupa menyempatkan



Langit menggelap, kami sempat menyerah
Merasa kehidupan semeseta sementara, tapi tak ubah
Sedikitpun barisan suara lisan hikmat tak menggugah
Hati kami keras, gendang telinga kami patah



Kami ambisi pada tujuan semu
Fantasi maksiat begitu ambigu
Sampai pada kaki tak mampu bertumpu
Pertemuan persendian tampak kaku



Lamban sudah gerak kami
Ambisi-ambisi tak tepenuhi
Sesal hati, hari tak beganti
Tibalah mereka ucap kematian itu pasti

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antonym

Gangguan Setan disaat Sakaratul Maut

PENYEMPROTAN DESINFEKTAN PEMUDA NU KELURAHAN PENGASINAN