Kunjungan NU di Al-Hidayah

KUNJUNGAN NU DI AL-HIDAYAH



            Kegiatan Ranting NU (Nahdlatul ‘Ulama) Kel. Pengasinan berupa pengajian keliling merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap dua pekan sekali yang diprakarsai oleh ketua Ranting tersebut yaitu Ust. Ilyas, warga Kp. Panggulan.


            Tepat pada hari ahad malam senin (15/03/20) ditemani langit hujan pukul 19.30 WIB. Warga sekitar, Pemuda Majelis Baabul Khairat serta anggota ranting NU tetap antusias dalam melaksanakan kegiatan guna menuntut ilmu, berlokasi di Jl. Baru Pengasinan, Kel. Pengasinan, Kec. Sawangan, Depok. Kegiatan ini diikuti oleh BANSER (Barisan Anshor Serbaguna) selaku pengawalan acara.


            Acara dimulai dengan tawasul oleh Ust. Amil Marta, Menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars BANSER oleh para jamaah, lalu sambutan hangat oleh Ketua NU cabang Kel. Pengasinan, menyampaikan beberapa agenda-agenda kegiatan yang biasa atau akan segera dilakukan, diantaranya Program Koin NU yaitu pengisian uang rutin setiap hari dengan jumlah yang tidak ditentukan diakhiri penarikan sebulan sekali, Koin NU sendiri dipercayakan kepada orang-orang sudah terdata, bertujuan untuk dana tambahan untuk kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan.


            Kemudian, peluncuran agenda perdana adalah Jadwal Sholat Abadi, dari kegiatan ini diharapkan menghasilkan rupiah tidak lain tentu untuk kepentingan NU. Beralih dari sambutan, penyampaian tentang pendalaman ke-NU-an dikemukakan oleh  Ust. Ahmad Faqihudin, S. Ag., MA bahwa mencari Guru/mursyid harus mengetahui sanadnya, beliau juga menuturkan dewasa ini sosmed sumber dari lemah ilmu, rusak ilmu, serta menyebarnya mudharat ilmu dikarenakan pelajar belajar tanpa guru.


            Selanjutnya, Ust. TB Miftahudin Al-Bughori turut berpesan tentang pentingnya memiliki sanad guru yang jelas, menyampaikan materi dengan guyon membuat para jamaah hanyut dalam candanya, Ustadz logat sunda ini juga bercerita bahwasanya beliau pernah berada dalam kelompok yang menentang ketentuan pemerintah, sampai akhirnya bertemu dengan KH. Said Aqil Siraj selaku ketua Ormas Islam terbesar didunia, Nahdlatul ‘Ulama. Yang mengubah pola fikirnya yang ‘salah’ menjadi ‘benar’.



            Waktu menunjukan pukul 22.00 WIB, kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH. Ahsan Shonhajie, S. Pd.I serta penyerahan Jadwal Sholat Abadi oleh pemimpin doa dan diterima oleh Ust./Amil Marta selaku Ta’mir Mushola Al-Hidayah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antonym

Gangguan Setan disaat Sakaratul Maut

PENYEMPROTAN DESINFEKTAN PEMUDA NU KELURAHAN PENGASINAN